Isra Miraj bukan sekadar peristiwa besar dalam sejarah Islam. Ia adalah titik sunyi, ketika iman diuji, dan ibadah diberi makna paling dalam.
Di tengah kelelahan hidup, kehilangan, dan penolakan yang dialami Nabi Muhammad ﷺ, Allah tidak memberi hiburan berupa kekuasaan atau kemenangan cepat. Yang diberikan justru sebuah perjalanan — perjalanan yang mengajarkan bahwa kedekatan dengan Tuhan sering lahir dari keheningan dan ketaatan, bukan dari sorak dunia.
Apa Itu Isra Miraj? (Bukan Sekadar Definisi)
Secara sederhana, Isra Miraj adalah perjalanan luar biasa Nabi Muhammad ﷺ dalam satu malam. Namun jika hanya berhenti pada definisi, kita kehilangan maknanya.
- Isra adalah perjalanan malam dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa.
- Miraj adalah kenaikan dari Masjidil Aqsa menuju langit, hingga batas yang tidak dapat dijangkau makhluk lain.
Perjalanan ini bukan perjalanan fisik biasa, dan bukan pula kisah spektakuler tanpa tujuan. Ia adalah perjalanan iman, yang hadir ketika segala pintu dunia terasa tertutup.
Kapan Isra Miraj Terjadi dan Mengapa Penting?
Isra Miraj terjadi pada masa paling berat dalam kehidupan Nabi ﷺ — masa kehilangan dan tekanan yang tidak ringan. Saat manusia biasanya meminta jalan keluar instan, Allah justru memanggil Nabi-Nya untuk naik, bukan untuk lari.
Di sanalah sebuah perintah agung diturunkan: sholat. Bukan melalui wahyu biasa, tetapi melalui perjumpaan langsung.
Ini menunjukkan satu hal penting:
Sholat bukan beban tambahan, melainkan poros kehidupan seorang muslim.
Makna Isra Miraj bagi Kehidupan Muslim
1. Sholat sebagai Pusat, Bukan Sisa
Isra Miraj mengajarkan bahwa sholat tidak diletakkan di pinggir waktu, tetapi di pusat kehidupan. Bukan dikerjakan ketika sempat, melainkan menjadi penentu arah hari.
Jika sholat mulai terasa berat, mungkin bukan ibadahnya yang salah, tetapi posisi kita terhadapnya yang bergeser.
2. Kedekatan dengan Allah Tidak Selalu Ramai
Isra Miraj terjadi di malam hari, dalam sunyi. Ini mengingatkan bahwa hubungan paling jujur dengan Tuhan sering hadir tanpa penonton dan tanpa validasi sosial.
Iman tumbuh bukan dari sorotan, tetapi dari kesediaan untuk taat dalam diam.
3. Ujian Tidak Selalu Dijawab dengan Dunia
Saat hidup menekan, Allah tidak selalu memberi kemudahan instan. Kadang yang diberikan justru arah, bukan jalan pintas.
Isra Miraj mengajarkan bahwa arah yang benar lebih penting daripada kecepatan.
Mengapa Isra Miraj Terus Diperingati?
Peringatan Isra Miraj bukan sekadar tradisi tahunan. Ia adalah alarm batin — pengingat bahwa iman bisa melemah, dan sholat bisa berubah menjadi rutinitas kosong.
Isra Miraj datang untuk mengingatkan:
Sebelum sibuk memperbaiki dunia, perbaiki dulu hubungan dengan Tuhan.
Isra Miraj dan Kehidupan Kita Hari Ini
Di zaman yang serba cepat, Isra Miraj mengajak kita untuk melambat sejenak. Bukan untuk mundur, tetapi untuk bertanya:
- Apakah sholat masih menjadi pusat hidupku?
- Ataukah hanya sisa waktu yang sering terlewat?
Isra Miraj tidak meminta kita naik ke langit. Ia hanya meminta satu hal sederhana: jangan tinggalkan sholat sebagai kompas hidup.
Isra Miraj sebagai Cermin
Isra Miraj adalah cermin. Bukan untuk mengukur seberapa jauh kita memahami sejarah, melainkan sejauh mana kita menjaga hubungan dengan Allah.
Karena perjalanan paling penting bukanlah yang membawa kita jauh, melainkan yang mengembalikan kita ke arah yang benar.

Posting Komentar untuk "Pengertian Isra Miraj: Perjalanan Iman yang Mengubah Arah Hidup"